Persiapan Film Kartini

perubahan zaman yang semakin modern membuat sutradara hanung Bramantyo kesulitan membuat film yang berjudul Kartini yang harus membutuhkan set masa lalu.

Film yang berjudul Kartini merupakan film dari Indonesia terbaru yang akan tayang pada tanggal 20 April 2017 untuk menyambut hari kartini, film biografi ini akan mengangkat kisah tokoh perjuangan emansipasi wanita Indonesia R.A Kartini ke layar lebar dan akan menggandeng sederet aktor dan aktris papan atas Indonesia. Karya dari sutradara handal Hanung Bramantyo yang di garap oleh rumah produksi Legacy Pictures dan Dapur Film serta di produseri oleh Robert Ronny.

R.A kartini merupakan tokoh pahlawan nasional, pada usia 10 tahun kartini ingin bersekolah yang tinggi, dia juga pintar dan fasih dalam berbahasa Belanda, namun sayang dia harus di pinggit pada usia 12 tahun, masuk pingitan berarti di siapkan untuk menjadi raden Ajeng menjadi seorang istri dari Bupati agar mewarisi keturunan ningrat. Sebagai keturunan bupati ningrat dia harus mewarisi dan mewariskan darah ningratnya.

Tapi dia berontak meski ayahnya sangat mendukung tapi dia sangat di benci oleh keluarganya. Panggil aku Kartini saja tanpa Raden Ajeng. Begitulah yang selalu di ucapkan kepada adik-adiknya sebagai bentuk pemberontakannya.

Penghayatan dian sastrowardoyo dalam Film Kartini

Kartini menjadi film bioskop baru yang di bintangi oleh aktris cantik Dian Sastrowardoyo dan tidak lama lagi akan segera rilis. Berperan sebagai Kartini di akui Dian dirinya banyak melakukan pendalaman termasuk belajar berbicara dalam bahasa Jawa. Mendalami bahasa tersebut di akui Dian bukan sesuatu yang mudah, butuh banyak penghayatan agar cara bicara yang dia lakukan sama dengan makna yang di maksudkan.

ini bukan sekedar bunyi atau mengucapkan dialog di skenario dengan aksen jawa. Tetapi saat saya deliver setiap kata, I have to mean every word”. Ujar dian kepada detikHOT. Terlebih sesuai di kehidupan yang memiliki aturan ketat dalam keluarga kaya Jawa, ada beberapa bahasa yang cara bicaranya berbeda dari orang Jawa kebanyakan.

Bermain dalam biopik member pengalaman yang berbeda bagi Dian, “berbahasa jawa dengan segala unggah-ungguh atau tingkatan tata karma bahasa ini menjadi tantangan tersendiri, Karena saya nggak Cuma harus bisa ngomong, tapi berpikirnya  juga dalam bahasa jawa”. Ujar Dian doc/doc.

Kesulitan Hanung Bramantyo dalam penggapan film Kartini

Membuat sebuah film bioptik tidak hanya mudah dalam mereka ulang kisah yang pernah di alami oleh karakter yang akan di angkat, namun juga perlu menset ulang latar sebuah peristiwa yang pernah terjadi. Seperti film Kartini garapan hanung Bramantyo, tidak sedikit tim produksi yang membangun kembali tempat-tempat yang dulu menjadi latar tumbuhnya kartini di Jepara.

“Banyak ruang yang sudah berubah, bahkan sudah tidak ada lagi jejak masa lalunya. sudah benar-benar di rombak mau tidak mau kita membangun set lagi, termasuk untuk rumah kediaman Kartini”. Ungkap Hanung Bramantyo kepada detikHOT. Para tim juga membuat ulang kereta kuda yang di gunakan para bangsawan di masa lalu. Di akui Hanung di bagian itu saja ada ratusan juta yang di rogoh untuk membuat property agar terlihat sempurna.

Problem utama film sejarah Indonesia adalah tempat yang tidak pernah autentik. Tempat yang sebenarnya harus di pelihara sebagai warisan situs sejarah bandar togel online malah selalu di rusak salah satunya rumah Kartini. Rumah Kartini di pendopo semua lantainya sudah memakai marmer kecuali kamar pingitan yang sudah di bongkar habis. Makanya saya harus menyulap semuanya interior di sebuah studio di Jakarta dan eksteriornya di Jogyakarta. Ujar Hanung.

Film Kartini akan bertabur bintang papan atas sekelas Dian Sastrowardoyo, Reza Rahadian, Acha Septriasa, Ayushita, Adinia Wirasti hingga senior sekelas Christine Hakim. Film ini akan di tayangkan sehari sebelum hari kartini.